20 Hadis tentang Shalat: Kumpulan Bersumber
Terakhir diperbarui:
Shalat adalah salah satu dari lima rukun Islam dan disebut sebagai tiang agama. Nabi ﷺ menjelaskan kedudukannya, keutamaannya dan tata caranya yang benar dalam banyak riwayat. Halaman ini mengumpulkan dua puluh hadis tentang shalat dari kitab-kitab yang terpercaya — Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa'i, Ibnu Majah — masing-masing dengan takhrij lengkapnya.
1. Shalat Adalah Tiang Agama
"Pokok segala perkara adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat." Takhrij: Tirmidzi, Iman 8; Ahmad V, 231
Catatan: Hadis ini menggambarkan shalat sebagai penopang tegaknya agama. Sebagaimana bangunan tidak berdiri tanpa tiangnya, agama tidak tegak tanpa shalat.
2. Amal Terbaik: Shalat pada Waktunya
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa seorang lelaki bertanya kepada Nabi ﷺ: amal apakah yang paling utama? Beliau menjawab: "Shalat pada waktunya." Takhrij: Bukhari, Tauhid 48
Catatan: Mengerjakan shalat tepat waktu diistimewakan di atas ibadah-ibadah lain.
3. Yang Pertama Dihisab pada Hari Kiamat
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ: "Yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada Hari Kiamat adalah shalatnya." Takhrij: an-Nasa'i, Muharabah 2
Catatan: Shalat didahulukan dalam hisab; diterimanya amal lain terkait dengan keadaannya.
4. Shalat Lima Waktu Menghapus Dosa
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ: "Shalat lima waktu dan Jumat ke Jumat berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, selama dosa besar dijauhi." Takhrij: Muslim, Taharah 14
Catatan: Dosa kecil yang terjadi di antara shalat diampuni melaluinya — sebuah pintu rahmat yang lebar.
5. Kunci Surga
Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ: "Kunci surga adalah shalat." Takhrij: Tirmidzi, Taharah 1
Catatan: Shalat adalah kunci surga; dan kunci shalat itu sendiri adalah bersuci (lihat hadis 6).
6. Kunci Shalat Adalah Bersuci
Ali radhiyallahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ: "Kunci shalat adalah bersuci, pembukanya takbir dan penutupnya salam." Takhrij: Abu Dawud, Taharah 31
Catatan: Wudhu adalah syarat shalat; tanpa bersuci pintunya tidak terbuka.
7. Janji Surga bagi yang Menjaga Shalat Lima Waktu
Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang menjaga shalat lima waktu, memelihara rukuknya, sujudnya, wudhunya dan waktunya, dan meyakini bahwa ia adalah kebenaran dari Allah, ia masuk surga." Takhrij: Ahmad IV, 266
Catatan: Yang dikaitkan dengan janji itu bukan sekadar mengerjakan shalat, melainkan memelihara syaratnya dan meyakini kewajibannya.
8. Tidak Ada Ucapan Manusia dalam Shalat
Mu'awiyah bin al-Hakam as-Sulami radhiyallahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ: "Sesungguhnya shalat kita ini tidak pantas di dalamnya sesuatu pun dari ucapan manusia. Ia hanyalah tasbih, takbir dan bacaan Al-Qur'an." Takhrij: Muslim, Masajid 33
Catatan: Shalat adalah rentang waktu yang dikosongkan dari urusan dunia dan sepenuhnya diarahkan kepada Allah.
9. Shalat Adalah Munajat dengan Tuhannya
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu meriwayatkan sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya salah seorang dari kalian apabila sedang shalat, ia sedang bermunajat dengan Tuhannya." Takhrij: Bukhari, Shalat 36
Catatan: Shalat digambarkan sebagai dialog terdekat antara hamba dan Allah — kesadaran yang menghadirkan ketenangan di dalamnya.
10. Berdoa dalam Sujud
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ: "Saat terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa." Takhrij: Muslim, Shalat 215
Catatan: Sujud adalah tempat doa paling diijabah.
11. Pokok Perkara Islam, Tiangnya Shalat
Seorang sahabat yang menyertai Nabi ﷺ dalam sebuah perjalanan berkata: "Beliau bersabda: pokok segala perkara adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat." Takhrij: Tirmidzi, Iman 8; Ahmad V, 231
12. Siapa yang Shalat Subuh Berada dalam Jaminan Allah
Jundub al-Qasri radhiyallahu 'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ: "Siapa yang shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah." Takhrij: Muslim, Masajid 262
Catatan: Shalat Subuh membawa janji penjagaan yang membentang sepanjang hari.
13. Beratnya Kehilangan Shalat Asar
Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ: "Orang yang kehilangan shalat Asar seolah-olah ia kehilangan keluarga dan hartanya." Takhrij: Bukhari, Mawaqit ash-Shalah 14; Muslim, Masajid 200
Catatan: Perumpamaan ini menyampaikan beratnya meninggalkan Asar dengan cara yang paling tajam.
14. Shalat Lima Waktu dan Perumpamaan Sungai
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bertanya kepada para sahabatnya: "Bagaimana pendapat kalian jika ada sungai di depan pintu salah seorang dari kalian lalu ia mandi di dalamnya lima kali sehari, apakah masih tersisa kotorannya?" Mereka menjawab: tidak tersisa sedikit pun. Beliau bersabda: "Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapus dosa-dosa dengannya." Takhrij: Bukhari, Mawaqit ash-Shalah 6
Catatan: Salah satu perumpamaan paling hidup dalam Sunnah, yang membuat daya pembersih shalat menjadi kasatmata.
15. Keutamaan Shalat Berjamaah
Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ: "Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian." Takhrij: Bukhari, Azan 30; Muslim, Masajid 249
Catatan: Pahala menghadiri jamaah jauh melampaui shalat sendirian.
16. Pahala Melangkah ke Masjid
"Apabila seseorang keluar dari rumahnya menuju masjid, satu langkah menuliskan baginya satu kebaikan dan langkah berikutnya menghapus satu keburukan." Takhrij: an-Nasa'i, Masajid 14; Ahmad II, 320
Catatan: Bahkan langkah menuju shalat pun dihitung — ibadahnya tidak terbatas pada shalat itu sendiri.
17. Meluruskan Saf
"Rasulullah ﷺ menyentuh pundak kami dalam shalat seraya bersabda: luruskanlah, jangan berselisih, nanti hati kalian pun berselisih." Takhrij: Muslim, Shalat 122
Catatan: Keteraturan lahir dalam saf dikaitkan dengan keteraturan hati.
18. Keutamaan Shalat Jumat
"Siapa yang mandi lalu datang ke Jumat dan shalat semampunya, kemudian diam mendengarkan sampai imam selesai khotbahnya, lalu shalat bersamanya, diampuni baginya dosa antara Jumat itu dan Jumat berikutnya, ditambah tiga hari." Takhrij: Muslim, Jumuah 26
Catatan: Menghadiri Jumat dengan persiapan dan perhatian digambarkan sebagai kesempatan ampunan yang luas.
19. Mengqadha Shalat yang Terlupa
"Siapa yang lupa suatu shalat hendaklah ia mengerjakannya ketika ingat, tidak ada kafarat baginya selain itu." Takhrij: Bukhari, Mawaqit ash-Shalah 37; Muslim, Masajid 314
Catatan: Islam memaafkan kelupaan namun menuntut penunaian saat teringat — inilah dasar shalat qadha.
20. Kewajiban Shalat dan Janji Surga
"Allah Ta'ala berfirman: Aku wajibkan atas umatmu lima shalat, dan Aku berjanji pada diri-Ku bahwa siapa yang menjaganya pada waktunya akan Aku masukkan ke surga. Dan siapa yang tidak menjaganya, tidak ada janji baginya di sisi-Ku." Takhrij: Abu Dawud, Shalat 9
Catatan: Hadis ini menyatakan dengan terang janji yang terkait dengan shalat dan beratnya menjaganya.
Membacanya sebagai Satu Kesatuan
Dibaca utuh, dua puluh riwayat ini menggambarkan shalat sebagai berdiri di pusat Islam: saluran langsung seorang hamba kepada Allah, sarana terhapusnya dosa, dan amal pertama yang dihisab pada Hari Kiamat. Ia mencakup dimensi individualnya — sujud, zikir, ketenangan — dan dimensi kebersamaannya: jamaah, Jumat, saf yang lurus. Ketegasan Nabi ﷺ di sepanjangnya menunjukkan bahwa shalat bukan ritual di tepi kehidupan, melainkan disiplin yang tempatnya di tengah.
Alat Terkait
🕐 Jadwal shalat untuk kota Anda · 📖 Tata cara shalat langkah demi langkah · 🤲 Doa setelah shalat
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Hadis mana tentang shalat yang paling sahih? "Pokok segala perkara adalah Islam dan tiangnya adalah shalat" (Tirmidzi, Iman 8) dan "Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian" (Bukhari, Azan 30) termasuk riwayat sahih yang paling sering dikutip.
Adakah hukuman meninggalkan shalat dalam hadis? Tidak ada hadis yang menetapkan hukuman tertentu, tetapi sabda beliau "orang yang kehilangan shalat Asar seolah kehilangan keluarga dan hartanya" (Bukhari, Mawaqit ash-Shalah 14) menyampaikan beratnya. Shalat yang terlewat karena lupa dikerjakan ketika teringat.