Memilih Nama yang Baik untuk Anak Menurut Islam
Terakhir diperbarui:
Nama adalah hal pertama yang diberikan kepada seorang anak dan hal yang paling sering ia dengar sepanjang sisa hidupnya. Nabi ﷺ bersabda: pada Hari Kiamat kalian akan dipanggil dengan nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaguslah nama kalian.
Apa yang Membuat Sebuah Nama Baik
Riwayat-riwayat menyusun urutan keutamaan yang ringkas. Nabi ﷺ bersabda bahwa nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman — hamba Allah dan hamba Yang Maha Pengasih. Sesudahnya nama para nabi: beliau bersabda, berilah nama dengan nama para nabi.
Lalu nama-nama yang mengandung makna baik — rahmat, cahaya, iman, sabar, kedermawanan — dan nama para sahabat serta orang-orang saleh sesudah mereka.
Nama yang Dihindari
Nama yang mengklaim apa yang hanya milik Allah. Malikul Muluk, raja diraja, disebut dalam riwayat sebagai nama yang paling dibenci. Hal yang sama berlaku bagi setiap nama yang menjadikan seseorang hamba bagi selain Allah.
Nama dengan makna yang keras atau malang. Nabi ﷺ mengubah beberapa: Asiyah, yang berarti durhaka, beliau ganti menjadi Jamilah, yang berarti indah. Harb, yang berarti perang, beliau ganti menjadi Silm, damai. Seseorang membawa namanya ke setiap ruangan, dan makna yang harus ia jelaskan atau ia maafkan adalah beban yang tidak ia pilih.
Nama yang mengklaim kesalehan anak. Nabi ﷺ mengubah nama Barrah, yang berarti orang saleh, seraya bersabda: janganlah kalian menganggap diri kalian suci. Beliau menggantinya menjadi Zainab.
Untuk Anak di Negeri Non-Muslim
Nama yang tidak dapat dilafalkan di tempat anak itu akan tumbuh menjadi sesuatu yang ia habiskan seumur hidup untuk mengoreksinya. Banyak keluarga memilih nama yang Arab sekaligus terbaca dalam bahasa setempat — Adam, Maryam, Yusuf, Sara, Isa, Nur, Amir, Laila, Zaid, Yasmin semuanya melintas dengan mudah.
Ini bukan kompromi terhadap agama. Ukuran dalam riwayat adalah maknanya, bukan tingkat kesulitannya.
Hal-hal Praktis
Ucapkan nama itu dengan lantang bersama nama keluarga sebelum memutuskan. Nama yang indah sendirian bisa terdengar janggal ketika digabungkan.
Ucapkan sebagaimana seorang dewasa dipanggil di tempat kerja, bukan sebagaimana bayi diajak bicara. Anak itu akan menjadi orang dewasa jauh lebih lama.
Periksa maknanya di kamus, bukan di daftar. Banyak situs nama bayi populer memuat makna yang direka atau dipindahkan dari bahasa lain.
Hindari nama yang bentuk pendeknya bermakna sesuatu yang tidak akan Anda pilih.
Sunnah dalam Penamaan
Anak diberi nama pada hari ketujuh, saat akikah, menurut riwayat Samurah: setiap anak tergadai dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, diberi nama pada hari itu, dan dicukur rambutnya. Memberi nama lebih awal juga sah; Nabi ﷺ menamai putranya Ibrahim pada malam ia dilahirkan.
Ayah yang memilih, tetapi bermusyawarah adalah amalannya, dan perselisihan tentang nama seorang anak bukanlah sesuatu yang layak dibawa ke tahun pertama anak itu.
Nama Bukan Takdir
Nabi ﷺ mengganti nama orang-orang yang namanya bermakna keliru, yang berarti tradisi memperlakukan nama sebagai sesuatu yang dapat diubah, bukan takdir yang telah ditetapkan.
Berilah nama yang maknanya akan membuat Anda senang mendengarnya disebut tentang anak Anda pada usia empat puluh. Itulah keseluruhan ujiannya.